Rabu, 10 Desember 2014

ILMU PENGETAHUAN DALAM ISLAM

♡ ~ PENTINGNYA ILMU PENGETAHUAN DALAM ISLAM ~ ♡

Sesungguh Islam adalah agama yang menghargai ilmu pengetahuan. Menuntut ilmu, dalam ajaran Islam, adalah suatu yang sangat diwajibkan sekali bagi setiap Muslim, apakah itu menuntut ilmu agama atau ilmu pengetahuan lainnya. Terkadang orang tidak menyadari betapa pentingnya posisi ilmu dalam kehidupan ini.

Ayat Al-Qur'an yang berkenaan dengan pendidikan sebagai berikut:

(1) QS. Al-Alaq 1-5 yang artinya:
1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

(2) Allah Ta'ala berfirman menerangkan keutamaan ulama dan apa-apa yang mereka miliki dari posisi dan ketinggian:
قل هل يستوي الذين يعلمون والذين لا يعلمون إنما يتذكر أولو الألباب
"Katakanlah:" Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? "Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (QS. Az-Zumar: 9)

1. Firman Allah yang lain:
يرفع الله الذين ءامنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات
"Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu (agama) beberapa derajat." (QS. Al-Mujaadilah: 11)

2. Sungguh Allah telah memuliakan ilmu dan ulama dengan memberikan kepada mereka kebaikan yang umum dan menyeluruh sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:
يؤتي الحكمة من يشاء ومن يؤت الحكمة فقد أوتي خيرا كثيرا وما يذكر إلا أولو الألباب
"Allah menganugrahkan Al-Hikmah (pemahaman yang dalam tentang Al-Qur`an dan As-Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi Al-Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang- orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran. "(QS. Al-Baqarah: 269)

3. Allah Ta'ala berfirman:
إنما يخشى الله من عباده العلماء
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama." (QS. Faathir: 28)

4. Ulama adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan yang lurus dan pemahaman yang mendalam, Allah Ta'ala berfirman:
وتلك الأمثال نضربها للناس وما يعقلها إلا العالمون
"Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu." (Al-'Ankabuut: 43)

5. Selain itu dalam firman Allah:
"Allah dan para malaikat serta orang-orang yang berilmu menyatakan (bersaksi) bahwa tiada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia (Allah)" (QS.Ali Imran: 18).

6. "Maka bertanyalah kepada orang yang memiliki ilmu pengetahuan jika kamu tidak mengetahui" (QS. An-Nahl: 43).

7. Firman Allah:
"Sebenarnya, Al Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu" ... (QS. Al Ankabut: 49)

8. "Salah satu syarat diterimanya sebuah amal manusia adalam adanya ilmu. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (QS.Al-Israa ': 36 )

Selain ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan ilmu ada juga hadits sebagai berikut:
1. Dari Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu' alaihi wa sallam bersabda:
من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين
"Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan kepadanya, niscaya Allah akan pahamkan dia tentang agama (nya)." (Muttafaqun 'alaih)

2. Dari Abud Darda` radhiyallahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam bersabda:
من سلك طريقا يطلب فيه علما, سلك الله به طريقا من طرق الجنة, وإن الملائكة لتضع أجنحتها لطالب العلم, وإن العالم ليستغفر له من في السموات ومن في الأرض, والحيتان في جوف الماء, وإن فضل العالم على العابد كفضل القمر ليلة البدر على سائر الكواكب , وإن العلماء ورثة الأنبياء, وإن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما, إنما ورثوا العلم, فمن أخذه أخذ بحظ وافر
"Barangsiapa menempuh suatu jalan yang padanya dia mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan dia menempuh jalan dari jalan-jalan (menuju) jannah, dan sesungguhnya para malaikat benar-benar akan meletakkan sayap-sayapnya untuk penuntut ilmu, dan sesungguhnya seorang penuntut ilmu akan dimintakan ampun untuknya oleh makhluk-makhluk Allah yang di langit dan yang di bumi, sampai ikan yang ada di tengah lautan pun memintakan ampun untuknya. Dan sesungguhnya keutamaan seorang yang berilmu atas seorang yang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan pada malam purnama atas seluruh bintang, dan sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidaklah mewariskan dinar atau dirham, akan tetapi mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengambilnya maka sungguh dia telah mengambil bagian yang sangat banyak. "(HR. Abu Dawud no.3641, At-Tirmidziy no.2683, dan isnadnya hasan, lihat Jaami'ul Ushuul 8/6)

3. Dari 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu' anhu dia berkata: Aku mendengar
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
نضر الله امرءا سمع منا شيئا فبلغه كما سمعه, فرب مبلغ أوعى من سامع
"Semoga Allah memuliakan seseorang yang mendengar sesuatu dari kami lalu dia menyampaikannya (kepada yang lain) sebagaimana yang dia dengar, maka kadang-kadang orang yang disampaikan ilmu lebih memahami dari orang yang mendengarnya." (HR. At-Tirmidziy no.2659 dan isnadnya shahih, lihat Jaami'ul Ushuul 8/18)

4. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu' alaihi wa sallam, beliau bersabda:
إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية, أو علم ينتفع به, أو ولد صالح يدعو له
"Ketika seorang keturunan Adam meninggal maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: shadaqah jariyyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau seorang anak shalih yang mendo'akannya." (HR. Muslim no.1631)

5. Adapun pahala menuntut ilmu Rasululllah. bersabda:
"Orang yang menuntut ilmu berarti menuntut rahmat; orang yang menuntut ilmu berarti menjalankan rukun Islam dan pahala yang diberikan kepadanya sama dengan pahala para nabi." (HR Ad-Dailami dari Anas ra).

6. Sedangkan dalam hadist lain yang diriwayatkan Imam Muslim ra:
"Barangsiapa yang melalui suatu jalan guna mencari ilmu pengetahuan, niscaya Allah SWT akan memudahkan baginya jalan ke surga." Maka dalam menuntut ilmu niatkanlah semata-mata mencari keridhaan Allah Subhanahu wa Ta 'ala yang akan dibalas dengan pahala kebaikan untuk dunia dan akhirat.

7. Dari Abu Musa Al-Asy'ariy radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu' alaihi wa sallam, beliau bersabda:
"Perumpamaan apa yang aku bawa dari petunjuk dan ilmu adalah seperti air hujan yang banyak yang menyirami bumi, maka di antara bumi tersebut ada tanah yang subur, menyerap air lalu menumbuhkan rumput dan ilalang yang banyak. Dan di antaranya ada tanah yang kering yang dapat menahan air maka Allah memberikan manfaat kepada manusia dengannya sehingga mereka bisa minum darinya, mengairi tanaman dengannya dan bercocok tanam dengan airnya. Dan air hujan itu pun ada juga yang turun ke tanah / lembah yang tandus, tidak bisa menahan air dan tidak pula menumbuhkan rumput-rumputan . Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah dan orang yang mengambil manfaat dengan apa yang aku bawa, maka ia mengetahui dan mengajarkan ilmunya kepada yang lainnya, dan perumpamaan orang yang tidak perhatian sama sekali dengan ilmu tersebut dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya. "(HR. Al-Bukhariy)

8. Nabi Muhammad SAW juga sangat menghargai orang yang berilmu. "Ulama adalah pewaris para Nabi" Begitu sabdanya seperti yang dimuat di HR Abu Dawud.

9. Bahkan Nabi tidak tanggung-tanggung lebih menghargai seorang ilmuwan dari satu kabilah.
"Sesungguhnya matinya satu kabilah itu lebih ringan dari matinya seorang 'alim." (HR Thabrani)

10. Seorang 'alim juga lebih tinggi dari pada seorang ahli ibadah yang sewaktu-waktu bisa tersesat karena kurangnya ilmu. "Keutamaan orang 'alim atas orang ahli ibadah adalah seperti keutamaan diriku atas orang yang paling rendah dari sahabatku." (HR At Tirmidzi).

11. Nabi Muhammad mewajibkan ummatnya untuk menuntut ilmu. "Menuntut ilmu wajib bagi muslimin dan muslimah" begitu sabdanya. "Tuntutlah ilmu dari sejak lahir sampai sampai ke liang lahat."

12. Hadits-hadits seperti "Siapa yang meninggalkan kampung halamannya untuk mencari pengetahuan, ia berada di jalan Allah", "Tinta seorang ulama adalah lebih suci daripada darah seorang syahid (martir)", memberikan motivasi yang kuat untuk belajar.

13. Dari ibu kaum mu'minin, Ummu Abdillah 'Aisyah rodhiyallohu' anha, dia berkata: "Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam pernah bersabda:" Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu (praktek) dalam urusan (agama) kami yang bukan dari kami , maka (praktek) itu tertolak. "(HR. Bukhori dan Muslim). Dan dalam riwayat Muslim:" Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka itu tertolak. "

14. Perintah untuk ber-guru sangat dianjurkan meskipun harus sampai kenegeri Cina. "Uthlubul 'ilma walaw bishshiin", tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Hadits ini diri wayatkan dari jalan Abu 'Atikah Al Bashri, dari Anas bin Malik.

15. Apabila kamu melewati taman-taman surga, minumlah sampai puas. Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman surga itu?" Nabi Saw menjawab, "Majelis-majelis taklim." (HR. Ath-Thabrani)

16. "Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga." (HR. Muslim)

17. Kelebihan seorang alim (ilmuwan) terhadap seorang 'abid (ahli ibadah) ibarat bulan purnama terhadap seluruh bintang. (HR. Abu Dawud)

18. Mendapatkan paket MLM Pahala. Dalam menuntut ilmu pasti terjadi nasehat-menasehati.
"Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk, maka ia akan mendapatkan pahala sebanyak pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala mereka. Barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan, maka ia akan menanggung dosa sebanyak dosa orang yang mengikutinya itu tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa mereka" [Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim no. 2674]

Akidah Islam adalah landasan hidup seorang muslim yang merupakan satu-satunya dasar Negara. Sehingga tidak layak keberadaan sesuatu dalam lembaga Negara, struktur Negara, operasional Negara atau apapun yang terkait dengan Negara termasuk landasan hukum pendidikan kecuali berbasis akidah Islam. Dalam Daulah Khilafah Islamiyah pendidikan akan diselenggerakan dengan dasar akidah Islam yang tercermin pada penetapan arah pendidikan, penyusunan kurikulum, dan silabi serta menjadi dasar dalam kegiatan belajar-mengajar.

Islam mewajibkan setiap muslim untuk memegang teguh ajaran Islam dan menjadikannya sebagai dasar dalam berpikir dan berbuat, dasar dalam hubungan antar sesama manusia, dasar bagi aturan masyarakat, dan dasar dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, termasuk dalam menyusun sistem pendidikan. Penetapan akidah Islam sebagai dasar pendidikan tidaklah berarti bahwa setiap ilmu pengetahuan harus bersumber dari akidah Islam tapi akidah dijadikan sebagai standar penilaian atau tolak ukur pemikiran dan perbuatan.

Pada dasarnya, sistem pendidikan Islam didasarkan pada sebuah kesadaran bahwa setiap muslim wajib menuntut ilmu dan tidak dapat mengabaikannya. Rasulullah Saw bersabda yang artinya: "menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim" (HR. Ibnu Adi dan Baihaqi).
Atas dasar ini, Negara wajib menyediakan pendidikan bebas biaya kepada warga negaranya baik muslim maupun non-muslim, miskin maupun kaya. Negara tidak hanya berkewajiban menyediakan pendidikan yang bebas biaya tetapi juga berkewajiban menyediakan pendidikan yang berkualitas dengan dasar dan tujuan pendidikan.

Al-qur'an sendiri mengambil pemikiran dan keyakinan dari berbagai agama dan golongan di masa Nabi Muhammad Saw.

Islam tidak melarang mempelajari segala macam pemikiran sekalipun bertentangan dengan akidah Islam, asal diserta koreksi dengan hujjah yang kuat untuk mengoreksi pendapat yang salah itu. Ilmu yang bertentangan dengan Islam tentu bukan sebagai suatu pengetahuan yang utama, melainkan semata-mata dipelajari untuk pengetahuan, menjelaskan kekeliruannya serta memberikan jawaban yang tepat, jangan mengambilnya sebagai pegangan hidup.

Pendidikan harus diarahkan bagi terbentuknya kepribadian Islam anak didik dan membangun mereka agar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta tsaqafah Islam. Pendidikan juga harus menjadi media utama bagi dakwah dan menyiapkan anak dididk agar kelak menjadi kader umat yang akan ikut memajukan masyarakat Islam.

Pendidikan dianggap tidak berhasil apabila tidak menghasilkan keterikatan pada syariat Islam meskipun peserta didik menguasai ilmu pengetahuan. Pendidikan Islam adalah upaya sadar yang terstruktur, terprogram, dan sistematis yang bertujuan mengembangkan manusia yang berkepribadian Islam, menguasai tsaqofah Islam, dan menguasai ilmu kehidupan (sains teknologi dan seni) yang memadai, dan selalu menyelesaikan masalah kehidupan sesuai dengan syariat Islam.

Seorang peserta didik harus dikembangkan semua jenis kecerdesannya baik itu intelektual, spiritual, emosional, dan politiknya. Kompetensi penguasaan ilmu yang cukup mencakup tsaqofah Islam maupun ilmu kehidupan, disertai sikap seseorang atas dasar Islam akan membuat ia selalu menyelesaikan segala masalah yang dihadapinya sesuai dengan syariat Islam baik itu masalah pribadi, keluarga, masyarakat, dan negara.

Al-qur'an dengan tegas menguraikan arti pentingnya ilmu pengetahuan bagi kepentingan dan kelangsungan hidup manusia, tidak diragukan lagi ayat-ayatnya sebagian besar berbicara tentang dasar-dasar kependidikan dalam arti luas. Al-Qur'an sebagai materi utama dan sumber pedoman, didalamnya mengandung nilai-nilai kependidikan dalam rangka membudayakan manusia, ayat-ayatnya banyak memberikan motivasi edukatif bagi manusia.

Islam adalah sebuah sistem yang memberikan solusi terhadap berbagai problem yang dihadapi manusia. Setiap solusi yang diberikan sesuai dengan fitrah manusia. Dalam konteks pendidikan, Islam telah menentukan bahwa Negaralah yang berkewajiban untuk mengatur segala aspek yang berkenaan dengan sistem pendidikan agar pendidikan dapat diperoleh rakyat secara mudah.